Inilah Profil Egy Maulana Pemain Muda Kebanggaan Bangsa

Profil Egy Maulana

Sepak bola kini sudah menjadi hal yang banyak digemari oleh penduduk Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan dukungan yang besar yang dilakukan warga Indonesia untuk Tim Nasional. Bukan hanya penonton, para pemainnya pun selalu memiliki dedikasi yang besar dalam membanggakan nama besar Indonesia di kancah Internasional. Salah satunya yaitu pemain tim nasional Egy Maulana. Profil Egy Maulana menjadi perhatian media dunia setelah dirinya berhasil menjadi pemain nasional yang masuk dalam klub Eropa.

Pemain dengan nama panjang Egy Maulana Vikri ini lahir pada tanggal 7 Juli 2000 di Asam Kumbang, Medan. Ia merupakan seorang penyerang sekaligus gelandang sayap yang paling dibutuhkan dan diandalkan di Tim Nasional. Meskipun sudah terkenal, rupanya Egy memiliki karir sepak bola yang cukup menarik. Oleh karena itu, simak informasi berikut ini.

Merupakan Keturunan Pesepakbola

Sebelumnya, Egy Maulana memang memiliki darah pesepakbola. Syarifudin, ayahnya merupakan pemain yang dulu pernah membela PS Tirtanadi yaitu klub lokal yang berasal dari Medan. Sang ayah telah menekuni karir sepakbolanya selama 16 tahun mulai dari tahun 1987 hingga 2003. 

READ  Profil Greg Nwokolo Pemain Bola Keturunan Nigeria dan Bermain Membela Indonesia dengan Bertahan Bersama Madura United

Bahkan, ayahnya pun pernah menjajal bermain bersama PSMS Medan serta PS Sarko Jambi sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Setelah pensiun, ayahnya pun menjabat sebagai pelatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tasbi di Asam Kumbang Medan.

Namun, bukan hanya faktor keturunan yang membuat Egy menjadi pemain sepak bola profesional yang sukses, kerja keras dan dukungan dari keluarga pun menjadi suatu dorongan besar baginya. Aspiyah, Ibu Egy yang mengaku selalu memberikan pendidikan agama Islam kepada Egy.

 Hal ini rupanya menjadi salah satu alasan Egy memilih klub Lechia Gdansk karena dekatnya tempat latihan dengan masjid. Selain itu, faktor lain yang membuat Egy bersemangat adalah kakaknya, Yusrizal Muzakki. Kakaknya adalah sosok yang selalu membantu dan memotivasi Egy saat sedang kesusahan.

Perjalanan Karir Sepak Bola

Egy mengawali karir sepakbolanya saat masih dibangku TK. Melihat ketertarikan Egy terhadap sepak bola membuat ayahnya memasukkannya ke SSB Tasbi yang dilatih oleh ayahnya sendiri. Menariknya, meski sudah masuk ke Sekolah Sepak Bola, ayahnya sering memberikan latihan tambahan untuk Egy dan kakaknya.

READ  Profil Frank Lampard Sang Legenda Hidup Chelsea

Berkat kerja kerasnya, Egy kemudian berhasil dipanggil untuk menjadi perwakilan dari SSB Tasbi mengikuti Turnamen Grassroot bersama tim Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia Sumatera Utara pada tahun 2012. Pada turnamen itu, Egy berhasil menjadi top skor dan membawa timnya menjadi juara. Melihat hal itu, Indra Sjafri yang kala itu menjadi pelatih tim junior Indonesia mengaku kagum dengan gaya bermain dari Egy Maulana. Selain Indra Sjafri, pemerhati sepak bola yang kala itu sedang di Medan, Subagja Suihan, mengaku terkesan dengan permainan Egy.

Subagja adalah seorang yang sering membina pemain muda Indonesia, seperti legenda Firman Utina. Menyusul ketertarikannya terhadap Egy, Subagja rupanya berniat untuk membawanya menuju Jakarta untuk dilatih. Meskipun pada awalnya Egy tidak diizinkan ayahnya karena pengalaman penipuan yang pernah dialami, akhirnya dengan bujukan Firman Utina, Egy resmi masuk ke Sekolah Khusus Olahragawan Ragunan.

Menuju Lechia Gdansk

Bersama Tim Nasional Indonesia U-15, Egy berhasil meraih kejuaraan Gothia Cup Swiss dan menjadi pemain terbaik yang mencetak gol terbanyak. Setelah itu, pada usianya yang masih 16 tahun, Ia memutuskan untuk bergabung bersama tim lokal Persab asal Brebes Jawa Tengah. 

READ  Profil Marco Van Basten Mantan Pemain Sepak Bola Belanda dan Kini Menjadi Seorang Pelatih Sepak Bola

Bersama Persab, Egy kembali menunjukan skill nya menjadi pemain terbaik dan membawa timnya meraih Juara pada kompetisi Piala Soeratin tahun 2016. Selain itu, Ia juga pernah masuk dalam timnas U-19 Indonesia pada Piala AFF 2017 yang kala itu membuat namanya makin bersinar.

Melihat kemampuan dan prestasi yang sudah didapat Egy, Lechia Gdansk secara mengejutkan membuat kesepakatan dengan pemain asal Medan ini. Egy ditawari kontrak selama 3 tahun setelah sebelumnya banyak klub Eropa seperti Benfica, AS Saint-Etienne dan Legia Warszawa juga menawarkan kontrak. 

Namun, Egy yang kala itu berumur 17 tahun belum bisa mendapat kontrak senior dan membuatnya harus sekolah di SKO Ragunan. 30 Juli 2018, Ia secara resmi menjadi pemain Lechia Gdansk dan menjadi pemain pertama yang berkarir di Eropa dengan kontrak lama.

Demikian informasi mengenai profil Egy Maulana. Hingga kini, karirnya bersama Lechia Gdansk masih terus berjalan. Ia menjadi salah satu pemain sepak bola asal Indonesia yang menginspirasi banyak anak muda untuk berkarir di Eropa. Semoga artikel kali ini bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

You May Also Like

About the Author: Leonardo Brown